Sabtu, 13 Agustus 2011
  •      
  • Bookmark
  • Share

Detail Tragedi SOTR SMAN 28 Jakarta

Sebabnya gara-gara kebut-kebutan.

(Penulis : AGIL/MATE)
photo: doc.hai

Kejadian meninggalnya dua siswi SMAN 28 Jakarta terjadi setelah kegiatan Sahur on The Road (SOTR) selesai. Setelah acara ini selesai, ternyata ada beberapa pulang nggak bersama konvoi. Tapi memilih jalan sendiri. Salah satunya adalah Nur Aisah dan Astrid yang menumpang mobil milik temannya Bowo.

Dalam perjalanan ke arah Pejaten, Bowo memacu kencang mobilnya sampai di atas 100 km/jam. Di sinilah awal terjadinya tabrakan.

"Selesai SOTR, ada yang nggak ikut konvoi pulang, tapi malah kebut-kebutan di daerah Mampang-Penvill (Pejaten Village). Akhirnya salah satunya ada yang melambat (pas kebut-kebutan), yang satunya malah tambah ngebut sampai 200 km/jam. Nggak sengaja nabrak pembatas busway. Akhirnya mobilnya kebalik-balik. Penumpangnya meninggal," bilang teman satu angkatan, Nur Aisah dan Astrid yang nggak mau disebut namanya.

Siang tadi jenazah Aisah sudah dimakamkan. Dan gara-gara kecelakaan ini, lagi-lagi Polisi akan memperketat larangan SOTR. 

"Sayang banget kalau SOTR sampai dilarang. SOTR kan acara bagus. Harusnya yang diawasi itu kebut-kebutannya," tambah siswa SMAN 28 Jakarta ini, lagi.


 

 

 


Related News

Cewek Hai

baik , cantik , lumayantinggi . suka travelling

50 Vote
button_cewekhai_lainnya