Lupa Password | Member baru? Daftar
The Changcuters kembali lagi. Dengan album baru yang lebih beragam. Dan model rambut yang baru pula!
Kalo biasanya sekolah lain menampilkan ekskul-ekskul standar seperti cheerleaders, dancers, atau paduan suara, hal ini nggak kejadian di Hai-Skulizm yang digelar di SMA Al Izhar Selasa (16/12) lalu. Dari enam ekskul yang ditampilkan, hampir semua adalah ekskul yang beda dan jarang ditemukan di sekolah lain.
( Penulis : awin doank )
Kalo biasanya sekolah lain menampilkan ekskul-ekskul standar seperti cheerleaders, dancers, atau paduan suara, hal ini nggak kejadian di Hai-Skulizm yang digelar di SMA Al Izhar Selasa (16/12) lalu. Dari enam ekskul yang ditampilkan, hampir semua adalah ekskul yang beda dan jarang ditemukan di sekolah lain.
Ekskul Perkusi, misalnya, yang jadi pembuka acara. Para personil yang semuanya cowok ini membawakan sebuah komposisi perkusi yang meriah, sambil mengiringi kedatangan mobil Yaris TRD Sportivo yang masuk ke lapangan sekolah.
Kedatangan Yaris warna putih ini juga didampingi oleh barisan pasukan pengibar bendera alias Paskibra yang membawa bendera Hai-Skulizm. Dan jangan salah, Paskibra Al Izhar nggak cuma bisa baris berbaris dan ngibarin bendera setiap upacara. Mereka juga kompak dan disiplin banget. Ini ditunjukkan dengan perintah dan aba-aba yang diserukan sang komandan, yang diikuti dengan serempak oleh seluruh pasukan.
Ekskul band di Al Izhar pun bukan band pop biasa, tapi band kontemporer. Alat musiknya bukan gitar, bass, drum, dan keyboard, tapi alat-alat musik tradisional Indonesia seperti angklung dan kolintang. Tapi band 'modern'-nya pun tetap ada. Namanya After School Project, membawakan lagu-lagu sendiri yang beraliran jazz, lengkap dengan dua pemain saksofon. Keren kan?Kalo biasanya sekolah lain menampilkan ekskul-ekskul standar seperti cheerleaders, dancers, atau paduan suara, hal ini nggak kejadian di Hai-Skulizm yang digelar di SMA Al Izhar Selasa (16/12) lalu. Dari enam ekskul yang ditampilkan, hampir semua adalah ekskul yang beda dan jarang ditemukan di sekolah lain.
Ekskul Perkusi, misalnya, yang jadi pembuka acara. Para personil yang semuanya cowok ini membawakan sebuah komposisi perkusi yang meriah, sambil mengiringi kedatangan mobil Yaris TRD Sportivo yang masuk ke lapangan sekolah.
Kedatangan Yaris warna putih ini juga didampingi oleh barisan pasukan pengibar bendera alias Paskibra yang membawa bendera Hai-Skulizm. Dan jangan salah, Paskibra Al Izhar nggak cuma bisa baris berbaris dan ngibarin bendera setiap upacara. Mereka juga kompak dan disiplin banget. Ini ditunjukkan dengan perintah dan aba-aba yang diserukan sang komandan, yang diikuti dengan serempak oleh seluruh pasukan.
Ekskul band di Al Izhar pun bukan band pop biasa, tapi band kontemporer. Alat musiknya bukan gitar, bass, drum, dan keyboard, tapi alat-alat musik tradisional Indonesia seperti angklung dan kolintang. Tapi band 'modern'-nya pun tetap ada. Namanya After School Project, membawakan lagu-lagu sendiri yang beraliran jazz, lengkap dengan dua pemain saksofon. Keren kan?
Copyright © Hai-Online All Rights reserved 2009
YourComments
Comments